Jumat, 19 Agustus 2016

Rel Kereta Api : Pengertian, Jenis, Lebar, Baut, Sambungan dan Cara Ngelas


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Rel Kereta Api dalam hubungannnya dengan
Pengertian, Jenis, Lebar, Baut, Sambungan dan Cara Ngelas)
_____________________________________________________________









___________________

Kata pengantar
___________________


Para kawan diamana-pun berada...!

Boleh Mendatar, boleh menurun. Dan boleh pula Vertikal maupun
horizontal. Itulah...! Isi Teka Teki Silang dalam Postingan
ini.

Apakah itu...?

Hurufnya dulu...dong...bilang...!
Berapa huruf...?

3 huruf aja...!

Pertanyaannya apa...dan...nomor berapa yang mau di isi...dan...
berapa kolom pula...?

Nomornya 72. Pertanyaan, "Sebutkan nama goar Jalur Kereta
Api...? Huruf "e' di tengah...?

Oh...itunya...!

TEL ...

Bukan...!

SEL ...

Bukan...!

GEL...

Bukan...!

PER...

Bukan...!

MER...

Bukan...!

IER...

Bukan...!

CEL...

Bukan...!

UER...

Bukan...!

TER...

Bukan...!

HER...

Bukan...!

WER...

Bukan...!

PER...

Bukan...!
Tadikan udah kau blang "PER" macam mana sih Kau...!

Kalau begitu :

REL


Yah...Betul...!

Berikut info sekitar "REL".

Selamat menyimak...!

_____________________________________

Sekilas info tentang Rel Kereta Api
_____________________________________













* Pengertian

Rel adalah logam batang untuk landasan jalan kereta api
atau kendaraan sejenis seperti trem dan sebagainya.

Rel mengarahkan/memandu kereta api tanpa memerlukan pengendalian.
Rel merupakan dua batang logam kaku yang sama panjang dipasang
pada bantalan sebagai dasar landasan.

Rel-rel tersebut diikat pada bantalan dengan menggunakan paku
rel, sekrup penambat, atau penambat e (seperti penambat pandrol).

Jenis penambat yang digunakan bergantung kepada jenis bantalan
yang digunakan. Puku ulir atau paku penambat digunakan pada
bantalan kayu, sedangkan penambat "e" digunakan untuk bantalan
beton atau semen.

Rel biasanya dipasang di atas badan jalan yang dilapis dengan
batu kericak atau dikenal sebagai Balast. Balast berfungsi pada
rel kereta api untuk meredam getaran dan lenturan rel akibat
beratnya kereta api. Untuk menyeberangi jembatan, digunakan
bantalan kayu yang lebih elastis ketimbang bantalan beton.

* Jenis rel berdasarkan berat









Rel yang digunakan di Indonesia menggunakan standar UIC
dengan Standar:

Rel 25 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 25 kilogram (kg).
Rel 33
Rel 41
Rel 42 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 42.59 kilogram
Rel 50
Rel 54 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 54.43 kilogram
Rel 60

* Lebar trak










Definisi lebar rel/Gauge

Perbandingan Lebar Trak

Ada beberapa lebar (gauge) yang digunakan, semakin lebar
semakin stabil sehingga semakin tinggi kecepatan kereta
apinya. Lebar trak yang ada di seluruh dunia ada dalam
daftar di bawah ini.

Lebar Negara
Ukuran (mm) Nama
381 15 Inci Amerika.
600 Decauville Portugal dan Perancis.
760 Bosnia Austria.
762 Imperial Jepang.
891 Swedia Swedia.
914 3 Kaki Peru.
1000 Meter Malaysia.
1067 Cape Indonesia.
1372 Scotch Skotlandia.
1435 Standar Italia.
1520 Rusia Rusia.
1600 Irlandia Irlandia.
1668 Iberia Spanyol dan Portugal.
1676 India India dan Pakistan.
2140 Brunel Inggris.
3000 Breitspurbahn Jerman.

* Penyambungan rel












Rel karena alasan transportasi menuju ke lokasi biasanya
dari pabrik pembuat rel dipotong menjadi rel dengan panjang
25 m. Untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan kereta api
yang berjalan diatasnya maka rel tersebut disambung.
Penyambungan rel dilakukan dengan beberapa cara:

* Las termit


Salah satu cara yang umum digunakan adalah dengan las termit
dilokasi sehingga bisa menjadi rel yang menerus. Pengelasan
menggunakan las termit dengan menggunakan bahan kimia
senyawa besi yang ditempatkan di antara kedua rel kemudian
bahan tersebut direaksikan pada suhu sampai mencairkan bahan
kimia tersebut dan menyambung rel tersebut, sisa hasil
reaksi kimia tersebut kemudian dipotong dan diratakan dengan rel.

* Las kilatan listrik/Flash Butt Welding

Salah satu cara lain yang digunakan dalam mengelas rel kereta
api adalah dengan cara las kilatan listrik atau dalam Bahasa
Inggris disebut "Flash Butt Welding", yaitu dengan mendekatkan
ujung dua potong rel yang akan dilas yang telah diberi muatan
listrik dengan arus yang sangat besar, sehingga ketika terjadi
kontak akan timbul kilatan listrik yang akan memanaskan dan
melelehkan ujung kedua rel yang didekatkan tersebut.

Setelah ujung kedua rel yang didekatkan berpijar dan meleleh,
ujung rel kedua tersebut disatukan dengan diberi tekanan yang
besar (150 s.d 300 kg/cm3) sehingga ujung dari kedua potong rel
tersebut menyatu dan kemudian diratakan dan dimuluskan ketika
rel masih berpijar.








Kelebihan dari cara ini adalah tidak memerlukan bahan seperti
las termit, dan hasil sambungan las pada rel lebih kuat daripada
menggunakan las termit, selain itu las kilat membutuhkan waktu
yang lebih singkat, yaitu hanya 15 menit per titik las, dibandingkan
dengan las termit yang membutuhkan waktu 25-30 menit per titik las.

Namun, cara ini tidak terlalu cocok dan berbahaya di Indonesia,
karena arus listrik pada rel dapat mengalir ke bagian rel yang
lainnya.

Mengingat banyak jalur rel di berbagai daerah terdapat pemukiman
padat penduduk, terkadang ada orang terutama anak-anak secara
iseng maupun tidak sengaja menyentuh rel yang diberi muatan
listrik sehingga dapat menimbulkan bahaya sengatan listrik.

* Sambungan baut









Pada sambungan ini digunakan suatu penyangga yang disebut sebagai
fish plate dalam bahasa Inggris, yang dijepitkan dengan 4 atau
6 baut pada kedua rel yang disambung.
Agar rel tidak melengkung ketika memuai terkena panas matahari,
sambungan tipe ini menyediakan celah di antara kedua ujung rel
yang disambungkan. Namun celah ini menyebabkan rel tidak sama
tinggi sesaat ketika roda kereta melintas, dan menimbulkan bunyi
detak-detak beradunya roda dengan ujung rel yang khas pada
saat kereta api berjalan.

Fish plate sudah digunakan di Indonesia dan Jakarta pada zaman
Hindia Belanda dan Bodetabek pada zaman pemerintahan Soekarno,
contohnya: Chairil Anwar memasang fish plate pada jalur kereta
api yang menghubungkan Stasiun Tanjung Barat dengan Desa Jatiasih
lalu di stasiun kereta api di Desa Jatiasih bercabang ke Stasiun
Bekasi dan ke Stasiun Cibitung yang sedang dibangun pada tanggal
22 Desember 1946 dan akan dioperasikan oleh kereta api barang
pada tanggal 25 Juli 1947 dan kereta api penumpang rute jalur
Pantura dan rute dari/ke daerah Cikampek, Cikarang,
Purwakarta, Cirebon dan Brebes pada tanggal 20 Agustus 1947
saat RI berulang tahun ke-2 tahun.









Jalur ini merupakan lalu lintas orang-orang perantau dari
Purwakarta, Cirebon, Brebes dan kota-kota di Jawa Tengah dan
Jawa Timur untuk bekerja di Jakarta menggunakan jasa kereta api
penumpang.

Pada sambungan ini digunakan suatu penyangga yang disebut sebagai
fish plate, yang dijepitkan dengan 4 atau 6 baut pada kedua rel
yang disambung. Agar rel tidak melengkung ketika memuai terkena
panas matahari, sambungan tipe ini menyediakan celah di antara
kedua ujung rel yang disambungkan. Namun celah ini menyebabkan
rel tidak sama tinggi sesaat ketika roda kereta melintas, dan
menimbulkan bunyi detak-detak beradunya roda dengan ujung rel
yang khas pada saat kereta api berjalan.


____________

Penutup
____________


Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!








____________________________________________________________________
Cat :
Rel kereta api ini tiba-tiba bengkok
https://www.youtube.com/watch?v=ZH_p9J99Pps
PEMBUATAN REL KERETA API / assembly railroads with heavy equipment
https://www.youtube.com/watch?v=8gD4kOi1Exo
Unik ada Mobil Jalan di Jalan Kereta
https://www.youtube.com/watch?v=Wg1hOaLeXYM

















1 komentar: